UNGARAN, KOMPAS.com – Menteri Pertanian Amran Sulaiman berharap fenomena mahalnya harga cabai tidak akan terjadi di masa-masa yang akan datang. Hal ini karena pemerintah telah menemukan solusi permanen, yakni dengan Gerakan Nasional Penanaman Cabai (Gertam Cabai) , yakni sebuah gerakan yang mengajak masyarakat menanam cabai di lahan pekarangan.

Pemerintah menargetkan sekitar 50 juta pohon cabai akan ditanam tahun ini, pada 10,3 juta hektar lahan pekarangan di seluruh Indonesia.

Gertam Cabai diharapkan dapat membantu ketersediaan cabai secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga sekaligus untuk mengatasi tingginya fluktuasi harga cabai yang terjadi setiap tahun.

“Ini adalah solusi permanen, untuk cabai. Bisa dibayangkan kalau 60 juta rumah tangga tanam cabai, hanya 5 batang per rumah tangga, (soal cabai) itu selesai. Bisa dinikmati tujuh sampai delapan bulan (kedepan),” ungkap Amran disela acara acara Pencanangan Gertam Cabai di Jawa Tengah di Kantor Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (23/1/2017) siang.

Ia juga menyampaikan bahwa selain dari “Gertam Cabai”, Pemerintah juga terus mengupayakan komoditas strategis lainnya seperti beras dan bawang akan diterapkan strategi yang sama sehingga kedepan tidak perlu mengimpor lagi.

“Kita berharap, kita upayakan. Yang terpenting bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah bukan saja cabai, tetapi juga komoditas strategis yang paling strategis adalah beras kita tidak impor lagi. Kemudian bawang tidak impor,” sebutnya.

Sekedar diketahui, Pencanangan Gertam Cabai di Jawa Tengah ini ditandai dengan penanaman bibit cabai bersama-sama oleh Mentan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dinhanpan), Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dintanbun), Persit Kartika Candra Kirana Kodam IV Diponegoro, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo, IWAPI Jawa Tengah serta Bupati Semarang Mundjirin.

Khusus di Jawa Tengah Gertam Cabai pada tahap pertama ini, BPTP Jawa Tengah menyiapkan sebanyak 25.000 bibit cabai beserta polybag-nya. Serta sedang dalam pembibitan sedikitnya 25.000 bibit di Kebun Pembibitan (KP) Tegelepek, Batang dan KP Bandongan, Magelang.

Bibit cabai ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat dengan bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK dan Dishanpan Jawa Tengah yang selanjutnya akan membina kelompok penerima melalui kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

http://regional.kompas.com