Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPC Iwapi) Kota Banda Aceh memberikan bantuan masa panik korban gempa di Gampong Lancang Paru, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya (Pijay), Minggu (11/12/2016) siang.
Lokasi itu dipilih DPC Iwapi Banda Aceh karena sejak terjadi gempa 6,4 skala Richter (SR) belum banyak menerima bantuan, baik makanan maupun kebutuhan lainnya, dan mereka juga sangat membutuhkan tempat penampungan air bersih yang sebelum gempa pun tak mereka miliki.
“Bantuan kita galang dari para wanita pengusaha di Banda Aceh sebagai bantuan sosial DPC Iwapi Banda Aceh peduli tragedi gempa Pidie Jaya 7 Desember 2016,” kata
Ketua DPC Iwapi Banda Aceh, Rosi Malia SH MM kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Senin (12/12/2016) pagi.
Bantuan yang diserahkan tersebut berupa tangki air ukuran 1.500 liter, kebutuhan bayi dua dus besar, perlengkapan pakaian dalam, mi instan 20 kardus, pakaian wanita dan pria, jilbab, sarung, mukena, sajadah, kasur Palembang, tikar, ember penampungan air ukuran besar, susu anak-anak, pembalut wanita, minyak angin, ikan kaleng, air mineral, dan lain-lain.
Bantuan tersebut diterima Kuchik Lancang Paru, M Jafar, untuk diteruskan kepada para korban gempa di desa tersebut. Sebelum
gempa, warga desa ini mayoritas bekerja sebagai petani garam.
Pihak DPC Iwapi Kota Banda Aceh mendapat informasi bahwa akibat gempa yg terjadi minggu lalu banyak rumah yang kini tidak lagi layak huni, sehingga warga kampung tersebut tidak berani lagi menghuni rumahnya. “Mereka memilih bertenda bersama masyarakat kampung lainnya karena trauma yg dialami oleh masyarakat sekitar,” lapor Rosi Malia yang baru pulang dari Pijay.
Dalam rombongan itu ikut serta beberapa pengurus inti DPC Iwapi Banda Aceh, yaknil Cut Soraya (Ex. Vice President Lafarge Holcim Lhoknga), Lina Tobing, Elfida (Owner Wirda Cake), Adhe Haiqal, Hannisa, dan Eva Orida (Owner Eva Collections).
Menurut Rosi Malia, bantuan ke Ulim masih kurang, karena bantuan yang didrop di posko-posko belum mengalir ke lokasi yang memang benar-benar memerlukan bantuan. “Melalui kami masyarakat setempat berharap agar bantuan di posko tidak berlama-lama di simpan di posko, namun harus segera disalurkan ke kampung-kampung yang benar-benar terimbas bencana gempa tersebut,” kata Rosi Malia.
Dari Keuchik Lancang Paru, M Jafar, pihak DPC Iwapi Banda Aceh mendapat informasi bahwa akibat gempa tersebut di kawasan Ulim, Pidie Jaya, enam rumah hancur, rumah yang sudah tidak layak huni 15 unit, yang pondasinya amblas karena gempa ada 5 unit, dan total masyarakat yang mengungsi sebanyak 168 kepala keluarga (KK) atau 600 orang.

Sumber: Tribunnews.com – Aceh