Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), menggelar peringatan Hari Ibu disertai dengan penyelenggaraan kegiatan seminar mengenai bagaimana UMKM menghadapi industri 4.0 bekerjasama dengan SBC (Small Medium Business Corporation suatu organisasi yang khusus memberi perhatian kepada perkembangan UMKM. Seminar ini menghadirkan seorang CEO dari Korea dan DR.Tutut Handayani konsultan SDM, Kamis (20/12/2018)  di Jakarta.

Jika kita melihat Visi Indonesia emas 2045 yang digagas oleh presiden RI Joko Widodo, maka untuk mencapai hal tersebut produktifitas dan daya saing menjadi kunci utama. Sumber Daya alam yang ada harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia agar dapat memberikan nilai tambah terhadap kekayaan sumber daya alam kita.

UMKM merupakan pilar utama dalam memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, selain jumlahnya yang sangat besar UMKM juga menyerap tenaga kerja terbesar, dengan lahirnya KUR Kredit Usaha Rakyat walaupun masih dirasa tinggi bagi UMKM, tapi memberikan angin segar untuk bertahan dan terus tumbuh dalam berbagai bidang usaha.

Disisi lain UMKM harus berbenah diri dengan melakukan pembenahan disisi sumber daya manusia agar kompeten dan mampu mengikuti perkembangan zaman di era digitalisasi dan hak pekerja seperti upah dan jaminan sosial menjadi hal penting untuk melindungi pekerja agar dapat meningkat produktifitasnya  Pemasaran produk dan jasa mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman, era digital ini membuat tidak ada batasan lagi untuk memasarkan produk dan jasa kita.

Ada produk dan jasa yang akan tergerus dan mati di era digitalisasi ini, tapi disisi lain akan tumbuh bisnis dan pekerjaan lain yang juga memberi harapan dan kesempatan kerja bagi banyak orang. Kompetensi dan jaminan sosial yang adil adalah dua hal yang akan mampu membawa UMKM bersaing dipasar domestic dan global.

Pengurus IWAPI sebagai pimpinan perusahaan dituntut untuk menyesuaikan diri dengan era digital, dimana adanya robot pintar dengan artificial intelligent dan berbagai aplikasi smartphone selalin banyak membantu juga mengancam existensi tenaga kerja

“Pekerja zaman now yang disebut dengan generasi milenial memerlukan penanganan khusus dan pemimpin harus dibekali dengan pemahaman mengenai teknologi dan mampu memanfaatkan teknologi, selain itu mampu menciptakan budaya kerja yang dinamis dan produktif, menyenangkan, terbuka dan tidak membosankan,”, ujar Konsultan SDM, DR Tutut Handayani.

Pemimpin harus bertindak sebagai mentor, sahabat dan leader dengan cara pandang yang inklusif (cara pandang yang mampu menempatkan dan memasuki pikiran orang lain dengan berbagai perbedaannya), dimana para generasi milenia didengarkan pendapatnya dan diberi kesempatan dan dipercaya daam melaksanakan tugasnya.

Sementara itu, Kim Jaehyeok Direktur Korea Desk SBC _BKPM mengatakan Pusat inovasi UKM APEC dari pemerintah Korea yang mendukung penyelengaraan seminar inovasi UKM APEC untuk UKM Indonesia

“Seminar inovasi APEC adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh SBC dan pusat inovasi APEC setiap tahun melingkupi seluruh wilayah APEC, seminar inovasi ini diselengarakan oleh menteri UKM (MSS) Pemerintah Korea dan pemerintah menteri koperasi dan UKM Pemerintah Indonesia. Seminar bersama IWAPI dan asosiasi UKM Korea di Indonesia” kata Kim Jaehyeok.

Topik utama dari seminar ini adalah revolusi industri IV dan inovasi UKM, pakar dari korea telah diundang untuk memberikan penjelasan dalam inovasi ukm dan pabrik yang modren juga menjelaskan tentang peraturan ketenagakerjaan harus berubah karena adanya revolusi industri IV.

Lebih dari 120 UKM Indonesia menghadiri seminar dan berdiskusi cara efektif mengadopsi revolusi industri IV dan mempersiapkan teknologi termuktahir. Pusat inovasi APEC dan SBC juga menyelengarakan konsultasi inovasi untuk 5 ukm indonesia agar meningkatkan jumlah produk dan kapasitas kualitas manajemen. 5 pakar industri Korea diundang untuk memberikan pengarahan selama 4 hari pada perusahaan Indonesia yang terpilih.

“IWAPI percaya bahwa konsultasi dan seminar ini efektif untuk menambah dan meningkatkan managemen UKM indonesia. IWAPI berharap untuk melanjutkan kerjasama dengan SBC dan pusat inovasi UKM supaya dapat mempromosikan dan mensejahterakan UKM di wilayah APEC”, ungkap Ketua Umum DPP IWAPI”, Ir Nita Yudi.

iwapie