MUSYAWARAH NASIONAL DPP IWAPI VIII

16 – 19 September 2015

IWAPI.id – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Pengusaha  Indonesia (DPP IWAPI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-VIII di Discovery Hotel & Convention Ancol, Jakarta, mulai hari  (Rabu,16/9) hingga 18 September 2015. Acara yang dihadiri lebih dari seribu perempuan pengusaha dari seluruh Indonesia ini mengangkat tema “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan UKM sebagai Investasi Strategis dan Penggerak  Perekonomian Indonesia”.

Munas secara resmi dibuka oleh Menter iPerindustrian Saleh Husein. Pembukaan ini juga turut dihadiri Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Puspa Yoga. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Saleh berjanji terus mendukung IWAPI untuk berkontribusi terhadap peningkatan daya saing. Ini mengingat IWAPI  sudah banyak melahirkan pengusaha dan bekerjasama dengan pemerintah.

“Kemenperin akan terus mendukung organisasi seperti IWAPI yang berkontribusi terhadap peningkatan daya saing. Agar industry nasional dapat menjadi penopang ekonomi,” ujar Menteri  Saleh.

Ketua Umum DPP IWAPI Nita Yudi menjelaskan bahwa dalam munas kali ini, pihaknya akan mengevaluasi program kerja 5 tahun terakhir dan merancang strategi program kerja 5 tahun kedepan.
“Penyempurnaan  AD/ART pun akan menjadi bahasan kami  di dalam Munas VIII ini,” kata Nita Yudi.
Wanita yang disebut-sebut akan menduduki kembali posisi Ketua Umum secara aklamasi ini juga tengah mempersiapkan kabinet bayangan dan program kerja lima tahun mendatang.

Selama dipimpin Nita, IWAPI tidak hanya menjadi wadah organisasi bagi pengusaha perempuan. IWAPI juga turut memberikan pelatihan kepada kaum ibu yang belum menjadi pengusaha dan berminat menjadi pengusaha. “Selama ini kami selalu memberikan pelatihan secara intensif kepada anggota. Kami juga menyebarkan virus-virus kewirausahaan pada perempuan indonesia agar mandiri secara ekonomi,” kata Nita.

Nita menjelaskan bahwa UMKM  di Indonesia yang berjumlah sekitar 54 juta, hampir 50 persen di antaranya merupakan usaha mikro. Sementara sebanyak 60 persen dari pelaku usaha mikro tersebut adalah perempuan.”Artinya apa, perempuan sangat banyak berkontribusi untuk perekonomian Indonesia,” katanya.

Untuk itu, dalam munas ini Nita berharap ada dukungan dan keberpihakan dari pemerintah pada pelaku UMKM, terutama pengusaha perempuan. Sementara itu, Ketua Panitia Munas IWAPI  Tatyana  Sutara mengatakan bahwa agenda Munas VIII berfokus pada pemilihan ketua umum untuk periode lima tahun kedepan.

Selain itu, munas juga akan dimeriahkan dengan pameran UKM bertajuk “IWAPI Expo” yang akan memamerkan produk para anggota dari 30 provinsi.”IWAPI Expo akan menampilkan 75 stand yang sebagian besar menampilkan produk pengusaha wanita dari usaha kecil dan menengah,” katanya.